Surat Kecil dari Kami 

Tahun 2018 adalah tahun yang penuh dengan kisah baru. Bersama banyak pihak kami tumbuh bersama, berkarya, dan membangun ruang-ruang untuk berbagi kehangatan. Tak sedikit pula pihak yang telah mempercayai kami untuk menciptakan kolaborasi. Tahun 2018 menjadi tahun di mana kami kembali belajar sebagai tim maupun individu. Terutama, kami banyak sekali mendapatkan perspektif baru dari orang-orang yang telah membantu ceritaperempuan.id mendewasa. Mereka adalah para Sahabat yang dukungannya datang tiada henti. Yang pelukannya selalu memberikan semangat bagi kami untuk terus melanjutkan langkah, sekaligus mengingatkan kami untuk menjeda.

Kami pun kembali memfasilitasi ruang berbagi untuk para Sahabat. Kami mengisi tahun dengan topik kesehatan mental yang membawa kami kepada diskusi yang spesifik seperti post-partum depression, dan selfesteem. Kesehatan mental, kami makin sadari, sudah menjadi keresahan kita sehari-hari, tapi masih sangat jarang untuk didiskusikan dengan intim. Selain itu, kami belajar untuk mengolah tubuh, rasa, dan pikiran lewat seni sebagai terapi. Di sisi lain, kami juga berkesempatan  untuk berbagi kepada Sahabat tentang bagaimana menulis—apa pun bentuknya—dapat menjadi bagian dari proses menyembuhkan diri.

Dan, pada tahun 2018, tim ceritaperempuan.id akhirnya melangkah memasuki ranah yang baru, yaitu podcast yang kami namakan Ruang Cerita. Melalui Ruang Cerita, kami ingin berbagi lebih banyak kisah reflektif dari para perempuan yang berjuang meraih mimpi dan memperjuangkan apa yang mereka percayai. Kami harap Ruang Cerita menjadi peneman para Sahabat dalam kegiatan sehari-hari di mana pun mereka berada. Para perempuan yang telah berbagi di Ruang Cerita selalu meninggalkan kesan tersendiri di hati kami. Bahwa, sekali lagi, “Kita tidak sendirian.”

Sebagai penutup tahun 2018, kami pun mempublikasikan rangkaian foto kisah Yayasan JaRi (Jaringan Relawan Independen). Ini merupakan kali pertama bagi ceritaperempuan.id untuk berkolaborasi bersama fotografer yang sekaligus Sahabat kami, Prisli Sunardi. Pada awal tahun 2018, kami berkenalan dengan yayasan yang telah dua dekade berjuang untuk membela hak-hak korban kekerasan seksual dan rumah tangga. Dari Yayasan JaRI, kami menyadari bahwa begitu banyak orang-orang yang berjuang di ranahnya masing-masing. Maka, melalui rangkaian foto kisah ini, kami harap dapat berbagi sedikit cerita dari para perempuan yang terlibat di Yayasan JaRI. Kami ingin mengabadikan sedikit bagian kecil dari perjuangan mereka untuk generasi berikutnya.

Kami selalu berharap ruang-ruang ceritaperempuan.id adalah tempat yang aman untuk mendengar dan didengarkan. Momen refleksi bukanlah tujuan; ia merupakan proses tiada henti yang tidak mudah. Dalam perjalanannya, kita akan menghadapi kebingungan serta ketidaknyamanan, tapi harus terus kita jalani. Kami pun selalu terinspirasi dari sebegitu banyaknya kisah reflektif yang dibagi melalui rangkaian kata yang begitu menyentuh. Kekhawatiran, ketakutan, hingga kekecewaan terungkap dalam banyak kisah tapi dari baliknya pula muncul kalimat penuh kepercayaan, kekuatan, serta keberanian.

Kepercayaan kepada diri sendiri bahwa kita semua bisa melewati perjalanan ini. Kekuatan untuk berani menapakkan satu demi satu langkah di kehidupan kita. Dan, keberanian untuk untuk memulai sesuatu yang baru, atau mungkin meninggalkan lingkaran yang terlalu mengekang diri.

Maka, tahun 2019 kami akan terus menjadi ruang berbagi untuk mereka yang sedang berjuang mencari rasa percaya, kekuatan, dan keberanian. Mereka yang tengah berjuang untuk mimpinya. Mereka yang selalu mengerti bahwa ada kalanya diri ini membutuhkan tempat aman untuk menarik napas barang sejenak.

Salam hangat,

tim ceritaperempuan.id

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *