Cinta pada Cerita Pertama

Pada tanggal 14 dan 15 April 2017, sekelompok perempuan yang tidak saling mengenal mengadakan pertemuan perdana di Bandung dan Jakarta. Dalam kesempatan ini kami datang untuk membahas mengenai suatu topik yang walaupun klasik, tapi sampai sekarang masih menggelayati kegelisahan kebanyakan Perempuan.

Pertemuan ini diawali dari buku Lean in karangan Sheryl Sandberg, yang membahas mengenai kondisi perempuan di dunia kerja. Seperti yang kita amati bersama, walaupun sudah ada kesamaan dalam hal kesempatan bersekolah dan bekerja yang disertai peningkatan akses terhadap perempuan selama 30 tahun kebelakang, tapi sampai saat ini sedikit sekali wanita yang memegang jabatan penting baik di dunia koorporat, pemerintahan, akademik ataupun non-profit. Dalam Lean In, Sheryl Sandberg mempertanyakan kenapa. Sheryl sendiri telah berhasil meraih positie penting sebagai COO Facebook, namun dalam perjalann karirnya ia meligst perempuan-perempuan lain perlahan-lahan mundur dari kesempatan berkarir yang lebih cemerlang atau bahkan mundur sama sekali. Pengalaman-pengalaman yang ia jalani sendiri sebagai seorang perempuan di dunia tech yang didominasi laki-laki dan observasinya terhadap teman, ataupun bawahan perempuan inilah yang ia bagi dalam bukunya. Hal-hal yang dituliskan dalam buku Lean In ini juga menyentuh jriset-riset yang menunjukkan bahwa walaupun banyak kendala perempuan ada di level sistemik atau masyarakat, tapi juga banyak kendala itu datang dari perempuannya sendiri.

Berbekal ini, kami tertarik untuk mengumpulkan perempuan-perempuan yang mempunyai keinginan untuk meniti karir, baik dalam dunia profesional ataupun mereka yang membuka usaha sendiri, untuk menjadi semacam Wadah Dukungan satu sama lain. Ide ini terutama dating karena keseringannya kesulitan-kesulitan yang terkait dunia kerja, apalagi yang spesifik terjadi karena gender, jarang dibicarakan secara umum. Padahal sebenarnya hampir semua perempuan mempunyai pengalaman yang terkait dengan permasalahan-permasalahan yang disebutkan dalam Lean In, sehingga dirasakan perlu untuk ada tempat dan waktu dimana hal-hal ini bisa diutarakan secara terbuka, agar bisa menjadi pembelajaran dan penyemangat bagi perempuan yang lain.

Walaupun pada awalnya saat pertemuan ini diadakan, kami tidak ingin berharap banyak, ternyata setelah para perempuan diberi kesempatan untuk mengemukakan cerita masing-masing, suasana dengan mudahnya berubah cair. Bahkan teman-teman yang tadinya tidak saling mengenal, secara gamblang terlihat membentuk solidaritas yang sepertinya bisa menjadi dasar persahabatan yang solid di masa depan. Pembicaraan lantas dengan mudahnya bergulir dari mulai hak berambisi bagi perempuan, kurangnya rasa percaya diri di kalangan perempuan, kekhawatiran tidak disukai oleh orang disekitar, sampai kemudahan akses Ibu untuk meniti karir di dunia kerja. Tapi pertemuan ini, walaupun telah sukses menjadi Wadah Dukungan bagi perempuan yang hadir, tidak ingin berhenti sampai di sini saja.

Pembicaraan lalu beralih ke cara kami bisa membagi dukungan yang kami rasakan dan pengetahuan seta pengalaman yang kami punya kepada perempuan-perempuan lain di Indonesia yang mungkin tidak seberuntung kami, namun memiliki permasalahan yang sama. Maka munculah ide pembuatan situs web Cerita Perempuan ini, dimana kami mengharapkan ini bisa menjadi tempat perempuan-perempuan yang telah mengalami berbagai kendala dalam hidupnya berbagi secara terbuka agar bisa perempuan-perempuan bisa berkaca dalam pengalaman hidup itu. Dan dalam kaca itu kami harap mereka melihat kemampuan mereka yang juga bisa mengatasi rintangan yang ada.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *