Kegiatan Lalu: Know Yourse(x)lf

It’s a wrap! Terima kasih untuk semua yang hadir pada acara “Know Yourse(x)lf”, kolaborasi antara @ceritaperempuan.id dan @drupadi_id yang didukung oleh @lo.ka.si dan @nainidesign yang diadakan tanggal 13 Desember 2017 yang lalu. Kami sungguh tak menyangka betapa besar perhatian dan masukan positif yang kami dapatkan, kami juga masih tidak percaya bahwa acara besar kami ini bisa terlaksana, dan ini semua tak kan terjadi tanpa andil kalian semua yang mendukung kami.

Seberapa banyak yang kamu ketahui tentang tubuhmu? Minggu lalu, kami duduk bersama dan memetakan bagian dari tubuh kami masing-masing yang kami suka ataupun tidak suka untuk disentuh oleh orang lain. Tidak ada satu orang pun yang memiliki pilihan yang hampir sama, dan itu sah-sah saja, ternyata memang setiap orang berbeda-beda.

Tidak banyak kesempatan untuk kita membicarakan seks di muka publik, banyak rasa malu ataupun ketakutan, namun ternyata pertanyaan-pertanyaan ataupun pendapat-pendapat itu ada, terlepas ada atau tidaknya tempat untuk mebicarakannya. Kali ini kami memberanikan diri untuk membuka ruang diskusi, dan kami mengundang kali untuk mengisinya. Tanpa disangka ruangan itu lalu penuh kalian isi, menjadikan ruang ini lebih kaya dari yang kami imajinasikan. Terima kasih.

***

Pada segmen pertama ada diskusi antara @firlip dan @bubbukeni mengenai hak kita akan kenikmatan, atau orgasme. Walaupun Orgasme adalah sesuatu yang natural dan indah, ternyata hanya 30% dari perempuan yang mengaku pernah mencapainya. Angka ini berbeda dengan angka orgasme pada laki-laki yang berada pada 70%. Ketimpangan ini menurut Mbak Firli disebabkan karena si perempuan sering mengabaikan kebutuhannya akan kenikmatan ini. Mbar Firli percaya bahwa kesetaraan gender bisa dicapai jika kebutuhan orgasme perempuan dianggap sama pentingnya dengan kebutuhan orgasme laki-laki.

Kehadiran Om Tejo (@president_jancukers) membawa sudut pandang baru ke dalam pembicaraan mengenai Seks. Ia mengingatkan bahwa topik Seks ini bukanlah barang baru, malah Seks adalah sebuah topik yang terus menerus dibicarakan semenjak dahulu kala. Melalui lakon, Om Tejo membawa kami ke dalam kisah Drupadi, tokoh wayang, yang erat kaitannya dengan Seks. Om Tejo mengingatkan bahwa Seks yang pembicaraannya dianggap porno ini sesungguhnya adalah kenikmatan tertinggi, yang pada hakikatnya merupakan salah satu cara menyatu dengan Tuhan.

“Siapa yang tidak akan terangsang dengan laki-laki yang mempunyai cita-cita sosial”
“Dalam cinta, mimpi adalah kenyataan”

Sujiwo Tejo, 2017

Melalui celotehan-celotehan jenaka khas Mbak Nophie (@enophied), kami dibikin mempertanyakan arti kesepakatan. Banyak sekali hal, terutama dalam seks, yang tidak dibicarakan. Dua orang mungkin mempunyai ekspektasi ataupun limitasi yang berbeda-beda, sehingga mungkin saja saat batasan-batasan diri tidak diungkapkan, akan ada pihak yang dirugikan. Mbak Nophie menekankan pentingnya kesepakatan ini untuk kebertubuhan yang sehat, yang saling menghargai.

Sebuah diskusi akan membosankan jika tidak diwarnai suara-suara dari mereka yang hadir. Kami bersyukur bahwa dalam kesempatan ini suara-suara terdengar, dan bahwa setiap suara membawa warna yang berbeda, memperkaya diskusi yang ada.

Lalu kenapa sih kalau kita tidak tahu tentang hak-hak kita terkait seks? Kenapa juga kalau kita tidak peduli dengan hak kita akan orgasme atau pun hak kita akan Tubuh kita? Mbak Ayu (@ayuma_morie), menjelaskan bahwa pengetahuan hak itu penting sekali, karena dalam hidup itu kita mungkin akan dihadapi dengan kondisi-kondisi di mana kita dihadapkan pada isu seks, dan kesadaran akan risiko-risiko yang ada membantu kita untuk memahami pilihan-pilihan kita.

Terkadang habis kata-kata untuk menjelaskan sesuatu yang hanya tubuh yang dapat ungkapkan. Kali ini tema seks dieksplorasi oleh tari kontemporer karya @kennyarinonce dari @drupadi_id yang dibawakan oleh Ferry @eihoho dan @alexanielle. Sebuah karya yang mencoba mengejawantahkan gelora dua insan yang saling mencari, saling ingin membuktikan, saling membutuhkan, dan pada akhirnya saling berserah. Bravo.

Tidak ada kata yang dapat ungkapkan rasa syukur kami pada kalian yang telah hadir, pada kalian yang telah bersedia untuk mendengarkan cerita-cerita yang mungkin berbeda, pada kalian yang telah bersedia untuk sama-sama membuka sebuah diskusi tentang topik yang begitu tabu namun sebenarnya begitu dekat. Hanya terima kasih.

Tentang Pembicara, Moderator, dan Kolaborator

Ayu Oktariani (@ayuma_morie) adalah perempuan luar biasa yang membuat @ceritperempuan.id teryakini akan pentingnya diskusi mengenai sex. Ayu hidup dengan virus HIV sejak tahun 2009. Selama 8 tahun hidupnya, Ayu tetap hidup sehat dengan mengkonsumsi Anti Retroviral Theraphy. Perempuan yang hobi menggambar Mandala dan aktif menulis di blog pribadinya ini, merupakan ibu dan istri dengan segudang aktifitas. Bersama Ikatan Perempuan Positif Indonesia (@ippi_indonesia ). Sebuah Organisasi perempuan Positif Pertama di Indonesia yang didirikan pada tahun 2016. Ayu berjuang untuk hak-hak perempuan yang terinfeksi dan terdampak HIV. Ayu percaya Bahwa perempuan Indonesia sebagai warga negara mempunyai hak dan tanggung jawab yang sama dengan warga negara Indonesia yang lainnya. Pemerintah Indonesia mempunyai kewajiban untuk melindungi hak Perempuan sebagai bagian dari HAM dengan konstitusi negara.

Ayu juga aktif mengkampanyekan hak-hak orang yang hidup dengan HIV, dengan slogan ODHA Berhak Sehat. Karena Ayu hidup dengan HIV, dan tidak mau ada lagi orang-orang, khususnya perempuan dan anak yang terinfeksi HIV karena alasan kekurangan akses informasi. Ayu giat mengkampanyekan kepada masyarakat tentang pentingnya informasi sebagai alat pencegahan. Bahwa siapapun mereka yang mau memahami dan mengerti tentang bahaya HIV, seyogyanya mampu melindungi diri mereka dari penularan, serta pentingnya dukungan bagi mereka yang sudah terinfeksi HIV agar kembali berdaya dan hidup selayaknya masyarakat Indonesia lainnya, tanpa takut hidup dalam stigma dan diskriminasi.

Puti Ceniza Sapphira (@chiceniza) untuk menjadi salah seorang moderator dalam salah satu sesi diskusi. Chica adalah seorang istri dari Aradea Hakim dan ibu dari dua anak laki-laki Malik Azka dan Khalif Arana. Chica adalah pendiri dari Perpustakaan Anak @pustakalanalibrary, sebuah perpustakaan anak berbasis komunitas dan mamarantau.com sebuah platform untuk Ibu muda yang merantau ke luar negeri.

Sujiwo Tejo (@president_jancukers) adalah seorang dalang wayang tradisional, musisi, actor film dan teater, serta penulis. Dalam bidang musik, beliau telah berhasil menggabungkan musik tradisional dengan instrumen modern seperti saksofon, harmonika, biola, dan akordion. Sebagai seorang penulis beliau telah menerbitkan, “Kelakar Madura Buat Gus Dur,” “Dalang Edan”, “The Sax.”, “Rahvayana”, “ Serat Tripama”, dan masih banyak lagi.

Pencapaian artisik beliau telah memiliki pengaruh besar tidak hanya dalam skala nasional, namun juga internasional. Diskografi miliknya terdiri dari, Pada Suatu Ketika (1998) and Pada Sebuah Ranjang (1999), beliau juga mengkomposisi beberapa aransemen musikal untuk pertunjukkan EKI, dan beliau telah menyelesaikan album berikutnya Syair Dunia Maya (2005). Pertunjukan EKI yang beliau juga terlibat sebagai aktor, penyanyi, sutradara, antara lain: Ken Dedes (1997), Wayang A Capella Lakon Bisma Gugur (1999), Laki-Laki (1999), Orang-Orang Ketiga (2000), Madame Dasima (2001), Forbidden Passion (2002), Gallery of Kisses (2002), China Moon (2003), Lovers and Liars (2004), Battle of Love (2005), dan Freakin’ Crazy You (2006).

Sejak tahun 2014 beliau merilis seri buku dan CD Rahvayana yang kini (2017) telah terjual 25 ribu eksemplar dengan karya kolaborasi bersama penyanyi antara lain Anji, Dira Sugandi, Bonita, Putri Ayu, Eka Deli, dkk.

Elisabeth Dewi (@enophied), atau lebih dikenal dengan Nophie, telah mendedikasikan waktu, tenaga, pikiran, perasaan & hatinya untuk kesetaraan gender lewat berbagai cara. Saat ini ia menjadi dosen di HI Unpar, koordinator Jaringan Mitra Perempuan Bandung, juga Sub Komisi Gender & Pemberdayaan Perempuan Keuskupan Bandung. Ia juga menjadi konsultan gender di berbagai organisasi internasional.

Firliana Purwanti (@firlip) adalah penulis buku The O Project. Mendalami bidang hukum dan hak asasi manusia, Firli berfokus pada keterkaitan antara gender dan seksualitas. Melalui buku The O Project, ia mengulas bagaimana orgasme merupakan salah satu cara untuk memberdayakan perempuan.

Keni (@bubbukeni) lulus cum laude dari Studio Keramik, Program Studi Seni Rupa di Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 2002. Menerima Ganesha Prize Award dari institusi tersebut sebagai Student of Excellence pada tahun 2002 dan oleh karenanya mendapat hibah untuk melakukan program pendek di Belanda.

Dia memilih untuk mengambil sebuah modul singkat di The Amsterdam School of The Arts, dengan fokus pada ‘Museology’, di mana ia belajar pentingnya dan peran kurator dan direktur program di museum dan institusi seni.

Keni sekarang menyelesaikan gelar magister Antropologi di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik di Universitas Padjadjaran, Bandung. Beberapa tahun yang lalu, pada tahun 1996, Keni menjadi akrab berinteraksi dengan orang-orang dari pelbagai belahan dunia saat dia memilih untuk melakukan program pertukaran satu tahun dengan Bina Antar Budaya / AFS di Selandia Baru.

Saat ini bekerja sebagai:
– Direktur Sasikirana KoreoLAB & Dance Camp, Bandung, Indonesia
– Direktur Program NuArt Sculpture Park, Bandung, Indonesia
– Produser independen untuk seni pertunjukan

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *