Art as Therapy for Women

Terkadang ada kenangan dan pengalaman yang hadir dan mengusik pikir dan rasa kita. Bagaimanapun usaha kita untuk melihat kembali, mereka tetap bias.

Kata tidak terangkai, tindak tidak terlakukan.
Habis bahasa, habis akal. Hanya rasa yang tumpah ruah tidak bermakna.

Bagaimana jika ucap diganti garis, jika kalimat diganti warna, jika alinea diganti rana?

Akankah yang terpikir menjadi nyata? Akankah yang tertuang jadi bermakna?

***

Pada kesempatan kali ini, ceritaperempuan.id berkolaborasi dengan Ardhana Riswarie atau yang lebih akrab dipanggil Arie untuk menghadirkan workshop “Art as Therapy for Women” dalam rangka menyambut Hari Kartini dan ulang tahun pertama ceritaperempuan.id sebagai rangkaian acara pembuka untuk merayakan kekuatan perempuan.

Workshop ini dirancang untuk mewadahi ekspresi diri dan penjelajahan olah tubuh, rasa, dan pikir dalam berkarya kolase. Bersama-sama, peserta akan berkata dengan tangan; merasa dengan hati; tanpa melupakan pikir yang mencoba menegosiasikan proses, yang kemudian diakhiri dengan bercermin dalam karya satu sama lain.

 

Teh Arie pada adalah seorang terapis seni yang juga staf pengajar di Prodi Seni Rupa Institut Teknologi Bandung. Kepedulian dan semangat di dunia psikologi ditunjukkan dengan meraih gelar MA di bidang Psikoterapi Seni dari Goldsmith, University of London. Setelah lulus, ia bekerja dengan beragam klien, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Arie juga banyak bekerja sama dengan beberapa komunitas dan lembaga di Bandung untuk memberi layanan penanganan terapi seni dan seni sebagai terapi.
.
Seni sebagai terapi bisa menjadi salah satu cara bagi kita mengelola rasa, terutama dalam menggali diri kita lebih dalam lagi. Yuk, bergabung dengan ceritaperempuan.id di @mrguancoffee tanggal 15 April 2018. Daftarkan dirimu di bit.ly/ARTwomen

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *