A Hope for Big Girls

Hello, perkenalkan; nama saya Arini. Seorang karyawati swasta di Perusahaan IT, dan sudah bekerja lama sebagai desainer grafis. Dalam perjalanan karir, alhamdulillahAllah telah memberikan saya pekerjaan yang layak serta rezeki yang lebih dari cukup. Keluarga saya pun keluarga yang alhamdulillah berkecukupan, sehingga saya dapat tinggal di tempat yang layak, makan makanan yang layak, bersekolah di perguruan tinggi negeri favorit dan berjalan-jalan ke tempat tempat menarik yang saya inginkan.

 

Namun, saya punya satu permasalahan yang cukup umum. Dan hingga tahun ke-26 ini, masalah ini belum selesai. Rupanya masalah ini juga cukup punya andil terhadap performa saya di depan masyarakat.

Masalah saya adalah ketidakpercayaan diri.

Ketidakpercayaan diri terhadap ukuran tubuh.

Saat TK dan SD, saya cenderung percaya diri, karena memiliki ukuran tubuh yang normal—sama dengan anak-anak seusia saya. Semuanya berubah ketika memasuki bangku SMP; ketika saya mulai menyadari bahwa ukuran tubuh saya membesar dan cenderung menjadi berbeda dengan anak-anak seusia saya. Sejak saat itu, saya cukup kesulitan untuk memilih dan mencari pakaian yang modis. Saya tidak pernah merasa cantik di depan umum. Masalah ukuran tubuh itu cukup mengganggu dikaitkan dengan gadis remaja yang umumnya ingin tampil atraktif. Terutama, mengingat cardigan dan loose sweater yang sedang booming pada masanya, tidak ada yang muat untuk saya kenakan.

Bertahun-tahun saya merasakan hal tersebut. Saya kesulitan mencari pakaian dengan ukuran pas, karena ukuran tubuh saya yang umumnya hanya muat ukuran XL. Ketidakpercayaan diri saya pun terus berlanjut. Berbagai diet sudah saya coba lakukan, dan kerap kali gagal, hingga saya putus asa.

Ketika saya kuliah di Bandung, saya mencanangkan untuk rutin ke pusat kebugaran di sebuah hotel. Namun, ujung-ujungnya, saya tidak pernah sempat karena waktu saya tersita oleh kesibukan perkuliahan. Seorang teman satu jurusan berhasil menurunkan berat badan secara drastis. Saya mencoba mengikuti caranya. Saya mencoba tidak makan apapun kecuali lauk dan minum air putih pada malam hari. Akhirnya, saya malah merasa lemas. Saya bahkan pernah tidak sama sekali mengkonsumsi gula; itu juga membuat saya menjadi tidak bertenaga tiap beraktivitas.

Hal-hal tersebut sangat berat untuk saya lakukan. Kadang, saya mempertanyakan mengapa saya dikaruniai tubuh sebesar ini, padahal saya bukan orang yang rakus atau gemar makan ataupun ngemil.

Sindiran dari orang-orang, baik perempuan maupun laki-laki, sudah begitu banyak yang saya dengar.

“Lo kalo kurus pasti cakep deh….”

“Kurusin badan dong, sayang kan lo udah oke, tapi badan gendut….”

“Kalo cowok ga tertarik sama lo ya apalagi, kalo bukan masalah fisik.”

“Lo coba turunin 10 kilo aja deh.”

Itu sedikit dari banyaknya contoh-contoh kalimat yang sudah saya dapatkan. Di masalah percintaan pun, karena ketidakpercayaan diri, saya kerapkali mengalami kegagalan. Dari kegagalan untuk disukai kembali oleh orang yang saya sukai, dan kegagalan dalam hubungan dikarenakan saya menerima cinta seseorang karena keterpaksaan. Keterpaksaan tersebut timbul berakar dari ketidakpercayaan diri. Ketidakpercayaan diri di mana saya merasa apakah ada orang lain yang mau menerima saya.

Hal-hal buruk tersebut pun mempengaruhi apa yang terjadi dalam perjalanan hidup saya.

Saya terus hidup dengan ketidakpercayaan diri terhadap ukuran tubuh. Hingga, masuklah saya ke dunia kerja. Saat itu, aktivis-aktivis body positivity sudah mulai menjamur di media sosial. Melihat kepercayaan diri mereka, membuat saya bertanya-tanya pada diri saya sendiri, apa kini yang saya harus lakukan pada diri saya sendiri dan ukuran tubuh di atas rata-rata ini. Apakah saya harus sekuat tenaga mengubahnya, ataukah saya harus menerima begitu saja tubuh saya yang berbeda dan maju membuktikan bahwa perempuan bertubuh besar pun mampu berprestasi.

Hal ini menyadarkan saya bahwa memang benar adanya ukuran tubuh bukanlah parameter bagaimana kita dapat dihargai di masyarakat umum. Cantik di hati jelas lebih baik daripada cantik fisik. Namun, apa kita juga senang jika terus menerus kita di cap sebagai orang yang “hanya bisa cantik dari hati”saja, dan tidak punya harapan untuk terlihat menarik secara fisik? Dan kabar baiknya lagi, jika dipikirkan lebih dalam, sejujurnya kita masih punya kesempatan.

“Always try to be the best version of yourself.”

Saat ini, kalimat inilah yang jadi pegangan hidup saya kalau ditanya soal bagaimana pendapat saya soal ukuran tubuh; apakah ingin langsing, apakah berusaha keras agar memiliki tubuh ramping, ataukah saya akan menerima begitu saja ukuran tubuh plus yang saya miliki. Saya belajar bersyukur. Bersyukur karena ukuran tubuh saya yang besar ini tidak menghalangi saya untuk pergi berkeliling dunia tanpa merasa keletihan. Kesehatan pun adalah hal utama yang ingin saya dapatkan. Saya ingin hidup sehat. Dan saya pun terus mengisi mindset saya dengan pikiran positif.

 

Akhirnya saya putuskan untuk mencoba hidup sehat, banyak bergerak, dan makan secukupnya. Saya hidup dengan mencoba hal-hal terbaik yang saya bisa—dengan tidak memaksakan sesuatu. Saya mengatur pola makan dan berolahraga dengan teratur, tapi tidak dengan berlebihan. Saya juga mulai berdandan untuk meningkatkan kepercayaan diri saya. Saat ini saya kembali rutin datang ke pusat kebugaran, dengan motif utama kesehatan. Saya berprinsip, jika kita sehat, cantik pun akan menjadi otomatis kita dapatkan.

Dan, mencintai diri sendiri adalah hal utama. Menerima bahwa kita adalah manusia yang tidak sempurna dan tetap bisa meningkatkan kualitas diri dari hari ke hari. Saya percaya, Suatu saat nanti saya akan menjadi wanita tinggi semampai yang dapat mengenakan pakaian berukuran M. InsyaAllah.

So, buat plus size women di luar sana, percaya dirilah dengan dirimu. Bukan hanya percaya diri dengan tubuh besarmu, tapi percayalah bahwa kamu bisa meningkatkan kualitas dirimu. Kamu bisa jadi lebih cantik dari yang kamu bayangkan. Jangan menyerah :)

Penulis: Arini Annisa
Editor: Ala

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *