Surat Kecil dari Kami: Bicara Jujur mengenai Post Partum Depression

Ilustrasi oleh Nabila Adani

 

Setelah satu tahun lebih menjalani ceritaperempuan.id, perlahan kami melihat fragmen demi fragmen kehidupan perempuan-perempuan di sekitar kami. Seperti sebuah puzzle yang perlahan terbuka membentuk sebuah gambaran, itulah yang kami rasakan mengenai kisah-kisah yang dibagi dalam ceritaperempuan.id.

 

Terkadang cerita yang kami ambil untuk dibicarakan, bukanlah sesuatu yang kami sendiri pernah alami. Bahkan, ada beberapa di antara topik-topik itu yang masih dianggap ‘tabu’ dibicarakan oleh masyarakat. Namun, kami tetap memutuskan untuk membuat sebuah ruang untuk membicarakan kisah tersebut, karena kami percaya bahwa cerita satu orang bisa menjadi kekuatan bagi orang lain.

 

Sejak proses membangun konsep ceritaperempuan.id, kami mempunyai visi untuk menjadi ruang refleksi satu sama lain. Kami percaya bahwa melalui refleksi tersebut, kita yang hadir dalam ruang yang dibangun itu bisa saling belajar untuk berempati serta menerima diri sendiri apa adanya. Kehadiran ruang tersebut pun sesungguhnya bukan untuk membuat perempuan kuat, tapi untuk membawakan cermin kepada perempuan yang hadir agar melihat kekuatan yang sebenarnya sudah ada dalam diri mereka sendiri.

 

Maka, dengan bercermin kepada keinginan kami untuk memberikan ruang berbagi dengan topik yang beragam, kami pun mengangkat topik Post Partum Depression.

 

Topik mengenai Post Partum Depression ini sebenarnya sudah kami cita-citakan untuk diangkat semenjak satu tahun lalu. Salah satu seorang sahabat ceritaperempuan.id yang bernama Ardwina, secara berani menuliskan kisahnya dalam menghadapi Post Partum Depression. Blog kami yang saat itu masih kecil mengalami kebanjiran pengunjung untuk kali pertama, dan di titik itulah kami tersadar betapa sedikit pembicaraan mengenai Post Partum Depression dalam ranah publik.

 

Bagi Ibu, Post Partum Depression adalah sebuah permasalahan yang nyata. Statistik menyatakan bahwa hampir 70% dari para Ibu melahirkan akan mengalami minimal Baby Blues setelah melahirkan. Dan, sekitar 10% akan mengalami tingkatan yang lebih berat yang disebut Post Partum Depression. Namun, di luar dari komunitas Ibu, jarang sekali ada yang memahami hal ini. Padahal, justru masa-masa awal menjadi Ibu adalah waktu di mana Ibu paling membutuhkan support system. Kami sungguh percaya bahwa pengetahuan serta betapa nyatanya isu ini harus diketahui oleh lebih banyak orang, sehingga akan memudahkan bagi para Ibu untuk mendapatkan support system yang amat mereka butuhkan.

 

Akan tetapi, kami tetap memiliki kekhawatiran apakah kami sudah mampu membawa topik sebesar ini, dan apakah ruang yang kami bangun cukup untuk menjadi cermin bagi semua yang hadir. Namun, ternyata energi yang kami rasakan saat membuat sesi “Bicara Jujur mengenai Post Partum Depression” di Bandung, tanggal 25 Agustus lalu, luar biasa. Semua berjalan lebih dari yang kami bayangkan, dan kami makin teryakinkan bahwa ruang dan dialog ini sangat penting.

 

Selain itu, kami pun sadar bahwa kami memiliki pengetahuan terbatas mengenai berbagai isu  yang dihadapi perempuan. Mulai dari body image , kekerasan seksual , kekerasan dalam rumah tangga atau pun pacaran , Post Partum Depression , hingga sosok perempuan dalam dunia laki-laki. Betapa banyak isu lain yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya, tapi merupakan realita hidup seorang perempuan.

 

Pembicaraan mengenai perempuan tidak akan ada habisnya, karena perempuan adalah manusia. Dan, manusia berhak untuk membicarakan diri dengan berbagai kompleksitasnya. Perempuan berhak diterima tidak hanya sebagai ‘perempuan’ maupun membicarakan isu-isu yang berada dalam ‘payung keperempuanan’, tapi juga sebagai sosok manusia utuh dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

 

Kami berharap untuk terus menjalani visi dalam membawa cermin kepada perempuan-perempuan di sekitar kami yang pada akhirnya akan mengangkat kemanusiaan perempuan.

 

One story at a time, and we are not alone.  

 

Salam,
tim ceritaperempuan.id

 

Catatan:

Pada tanggal 9 September 2018 ini kami akan mengadakan acara “Bicara Jujur mengenai Post Partum Depression” di Jakarta, yang akan dihadiri oleh Raden Prisya sebagai Pembuka cerita, Puty Puar sebagai pemandu acara dan didampingi oleh Putri. Untuk membaca cerita Prisya dengan Post Partum Depression, buka link ini. Selain dari tiga nama yang telah disebutkan ini, masih ada banyak kejutan-kejutan lain yang akan hadir. Jangan lupa untuk registrasi diri, informasi lanjut dapat dilihat di sini.

 

Ilustrasi di tulisan kali ini ditorehkan dengan penuh makna oleh Nabila Adani Putrindra dan dipublikasi atas izinnya. Untuk melihat ilustrasi-ilustrasi lain karya Nabila, silakan kunjungi laman portofolionya di sini.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *